Langsung ke konten utama

Ceritaku : pulang belanja makan soup ikan

Kabar buruk kawan, Kamis kemarin, kembali Belgia dinyatakan akan melewati beberapa pembatasan mulai Senin besok. Kasus pandemi corona meningkat pesat. Cafe, restoran Senin besok harus tutup selama sebulan, kecuali yang take away. Para pekerja juga dianjurkan wfh lagi sebisanya. Ketemu teman juga dibatasin.  Capek rasanya ngerasain wabah ini tidak selesai-selesai.
Dan hari ini saya belanja untuk more less seminggu, seperti biasa saya lakukan sejak Maret 2020, awal mula pandemi mulai genting di sini. Sempat loh kemarin diumumkan mulai 1 Oktober boleh lepas masker, eh 2 minggu kemudian malah jadi 2nd wave😪😪. 
Ngomong-ngomong soal belanja, saya belanja ke toko lain hari ini, lagi kepengen ganti suasana, jenuh dan bosan ke warung belakang rumah ketemu orang2 itu lagi 😀😀.
Kalau belanja kan selalu saya bawa tas sendiri buat carry belanjaan, biasanya saya taruh di trolly atas, ini saya taruh di bawah karena penuh yang diatas.....kokh ya ada yang ambil ya, ilang satu tasnya. Bukan masalah tasnya, tapi jadi kurang kan tasnya, mana rumah lantai 3 pula....😬😬😬. Untung pak'e sering bikin sarang di mobil, jadi banyak tas plastik nganggur di situ. Slamet dah, soalnya di warung ini gak liat jual tas, cuma box karton aja, susah juga bawanya kalau pake box karton mesti naik turun bawa satu satu....
Pulang belanja capek banget dan mau masak sudah gak kepikir karena perut udah protes bersahut-sahutan. Akhirnya saya panasin soup. Beli soup jadi tadi diwarung itu. Favorit saya yang soup ikan. Dan selalu saya tambahin ikan lagi, soup bule rata2 bentuknya kayak bubur, halus karena diblender. Nah namanya juga orang Jawa, soupnya yang ada ampas2 nya 😁😁. Saya cempungin filet ikan pangasius. Trus kasih sedikit cream dan lemon jus pas penyajian. Dan lagi-lagi wong jowo apa2 dicabein...Pak'e  minta potongan cabe. Temannya roti gandum dicelup2, hangat...praktis dan kenyang. 
Kalau soup saya lebih suka beli jadi, karena ribet kalau bikin, bikin cuma sepanci tapi bahannya segambreng. Gak worth it. Kalau pas nemu kaldu cair saya biasa bikin, lumayan irit proses kaldunya sudah jadi, tapi kalau start bikin kaldu sendiri....ho ho ho...mikir2 juga.
Awal dulu di Belgia suka bikin sendiri aneka kaldu, setelah mulai dikenalkan Pak'e  bayar2 tagihan listrik dan gas....ehemmmm, jadi mikir2 mau bikin kaldu sendiri. Jaman dulu pas masih sekolah bakery....bisa dipastikan tagihan gas melambung karena sering praktek baking, sekarang sudah tidak lagi, saya batasin baking seminggu sekali saja. Pelit and ngirit yak qiqiqiqi.....harus hemat biar cepet kaya kata mbah lurah😉😉
Oh ya ini penampakan sup jadinya, siapa tau teman2 yang di Belgia mau coba, beli di Colruyt. 
Baiklah saya mau nonton film favorit saya dulu .... Selamat berakhir pekan ya dan selalu jaga kesehatan....😘😘
-Mintje-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Trio of Biscotti ( recipe by Paul Hollywood )

 ( mix nuts + raisins ) (almond chocolate orange biscotti) A Trio of Biscotti ( by Paul Hollywood ) Makes 15-20 Bake 30 minutes Ingredients : For the biscotti base 250g plain white flour (use an extra 30g for the chocolate biscotti), plus extra for dusting ½ tsp baking powder 250g caster sugar 2-3 medium eggs, beaten Pistachio and cranberry flavouring 220g shelled pistachio nuts 125g dried cranberries Finely grated zest of 1 lemon OR Hazelnut and date flavouring 200g skinned hazelnuts 125g stoned dates Finely grated zest of 1 lemon OR Chocolate, almond and orange biscotti 50g good-quality dark chocolate 135g blanched almonds 50g chocolate chips Finely grated zest of 1 orange ½ tsp vanilla extract Methods : 1. Heat your oven to 140°C (or 160°C for a non-fan oven, which is a better option for this recipe if available). Line a baking tray with baking parchment or silicone paper – I suggest you do this even if your tray is non-stick. ...

Sop Ayam ala Pak Min Klaten

Kadang kalau lagi keinget alm. Bapak yang hobi jajan dan makan, jadi keinget sop ini, dulu suka sekali Bapak beli buat cucu pertamanya. Jaman sop Pak Min masih trend. Sekarang entah masih ada tidak di Salatiga. Saya pernah icipin sekali, namun sampai sekarang masih keinget rasanya seperti apa. Kenapa cuma sekali icip-icip ? Karena saya dari dulu tidak hobi jajan, lebih senang masak sendiri di rumah, menurut saya lebih sehat dan lebih mantap. Dalam rangka memperingati kangen Bapak, hari ini nge-sop ala Pak Min Klaten, saya suka kalau diberi perasan jeruk lemon agak banyakan, jadi tidak eneg.  Saya pakai ayam untuk dibakar...di sini ada ayam buat dibakar itu trus ayam buat soup, ayam kuning ( dikasih makan jagung ayamnya), ayam muda dan ayam organic. Saya pakai ayam buat dibakar, karena ayam soup kebetulan lagi kosong stoknya di warung dan sudah kepengen banget sama sop satu ini. Ayam di sini amat sangat mudah empuk kalau dimasak, jadi masaknya tidak perlu pakai lama....

Korean Ultimate Stock

Tak perlu diragukan lagi kehajaiban dari kaldu pada suatu masakan, entah masakan asia atau eropa. Dengan kualitas kaldu yang baik, maka akan menghasilkan rasa yang luar biasa lezatnya. Sepele tapi amat sangat penting. Setiap negara mempunya ciri khas makanan masing-masing, begitu pula dengan cara dan bahan untuk dasar masakan mereka. Di Korea sendiri yang saya tau, terkenal dengan Korean Ultimate Stock, kalau beli di toko Asia, dari harga murah, menengah sampai mahal bisa kita temukan. Semua judulnya sama, cuma kualitasnya dan kekentalannya lain-lain. Kaldu ala Korea ini bisa dipakai untuk semua jenis masakan Korea, seperti soup, saus atau hidangan yang di kukus. Memberikan ciri khas tersendiri untuk menu yang dihasilkan. Kaldunya cenderung jernih tanpa lemak. Kaldu ini bertahan maximal 1 minggu di dalam kulkas, atau kalau mau lebih lama bisa disimpan di frezeer. Berikut bahan-bahannya : ( untuk 8 cup / 1900 ml ) 10 cup air 2 lembar rumput laut kering, saya bel...